info@misirojuttholibin.sch.id (0283)
MI Sirojut Tholibin: Berkhidmat untuk Umat    Menapaki Sejarah, Merawat Pengabdian
Kegiatan 11 September 2026 Administrator 28 dibaca

MI Sirojut Tholibin: Berkhidmat untuk Umat Menapaki Sejarah, Merawat Pengabdian

MI Sirojut Tholibin: Berkhidmat untuk Umat

Menapaki Sejarah, Merawat Pengabdian


Oleh : Akhmad Sururi


Ada lembaga pendidikan yang dibangun dengan gedung yang megah. Ada pula yang dibangun dengan semangat, keikhlasan, dan cita-cita besar untuk masa depan anak-anak.


MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa lahir dari semangat yang kedua.


Berdiri pada tahun 2005, MI Sirojut Tholibin hadir sebagai bagian dari ikhtiar masyarakat dalam membangun pendidikan Islam. Kehadirannya bukan sekadar mendirikan sebuah lembaga pendidikan, tetapi menghadirkan ruang untuk menanamkan ilmu, iman, akhlak, dan nilai-nilai pengabdian kepada generasi muda.

Di balik perjalanan panjang tersebut terdapat nama-nama dan tangan-tangan yang ikut meletakkan fondasi. Drs. Syaifulloh dan Akhmad Sururi menjadi penggagas, atas inisiatif Drs. Soedarjo HS, Pengawas RA/MI dan Madin Kecamatan Larangan. Sementara H. Solehudin dan Drs. Syaifulloh menjadi bagian penting dalam sejarah pendirian madrasah.


Tahun 2006 menjadi momentum penting ketika izin penyelenggaraan madrasah terbit, yang diserahkan oleh Hj. Khulasoh, Kasi Penmad Kemenag Brebes.

Sejak saat itu, perjalanan MI Sirojut Tholibin memasuki babak baru.


Estafet Kepemimpinan, Estafet Pengabdian


Sejarah madrasah tidak hanya ditulis oleh bangunan dan dokumen administrasi. Sejarah juga ditulis oleh orang-orang yang mengabdikan tenaga, pikiran, waktu, dan hatinya.


Dalam perjalanan kepemimpinan, MI Sirojut Tholibin mengalami estafet yang menjadi bagian dari dinamika pengabdiannya.


Drs. Syaifulloh memimpin pada periode 2005–2009. Masa awal ini merupakan periode peletakan fondasi dan penguatan keberadaan madrasah. Kemudian estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Akhmad Sururi pada 2010–2014.


Selanjutnya Sugianto memimpin pada 2014–2015, kemudian Fahruri pada 2015–2022.

Sejak tahun 2022 hingga 2027, kepemimpinan kembali dipercayakan kepada Akhmad Sururi.


Pergantian kepemimpinan bukanlah pergantian semangat. Setiap periode memiliki tantangan, karakter, dan perjuangannya masing-masing. Namun semuanya bertemu dalam satu tujuan: menjaga keberlangsungan pendidikan dan memberikan manfaat bagi umat.


Inilah makna estafet pengabdian.

Satu generasi memulai, generasi berikutnya melanjutkan, dan generasi sesudahnya diharapkan mampu mengembangkan.


Madrasah yang Tumbuh Bersama Masyarakat.

MI Sirojut Tholibin tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Rengaspendawa.

Madrasah dan masyarakat memiliki hubungan yang saling menguatkan. Masyarakat membutuhkan pendidikan yang mampu memberikan bekal keilmuan sekaligus keagamaan kepada anak-anaknya. Sementara madrasah membutuhkan dukungan masyarakat agar dapat terus berkembang.


Karena itu, keberadaan MI Sirojut Tholibin sesungguhnya bukan hanya milik para guru dan pengelola. Madrasah Ibtidaiyah Sirojut Tholibin adalah bagian dari kehidupan masyarakat Rengaspendawa.


Di sinilah konsep berkhidmat untuk umat memperoleh makna yang mendalam.

Berkhidmat berarti hadir untuk memberikan manfaat. Berkhidmat berarti mendidik tanpa kehilangan ketulusan.


Berkhidmat berarti menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian. Dan berkhidmat berarti menyadari bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari seberapa besar pendidikan mampu melahirkan manusia yang bermanfaat.


Dari Ruang Kelas Menuju Kehidupan

Anak-anak yang belajar di MI Sirojut Tholibin hari ini adalah bagian dari masa depan masyarakat.


Mereka akan tumbuh menjadi orang tua, guru, pemimpin, pekerja, pengusaha, tokoh masyarakat, dan berbagai profesi lainnya. Karena itu, pendidikan yang mereka terima hari ini akan ikut menentukan wajah masyarakat di masa depan.


Madrasah memiliki tugas besar untuk mempersiapkan mereka.

Ilmu pengetahuan harus berjalan bersama iman.


Kecerdasan harus berjalan bersama akhlak.

Teknologi harus berjalan bersama etika.

Dan keberhasilan pribadi harus berjalan bersama kepedulian sosial.


Dengan prinsip tersebut, MI Sirojut Tholibin diharapkan mampu menjadi ruang pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, beriman, berakhlak, mandiri, dan peduli terhadap sesama.


Guru: Penjaga Cahaya Pendidikan

Di balik perjalanan madrasah selalu ada guru yang bekerja dalam sunyi. Guru yang tulus membimbing tanpa kenal lelah.


Guru mungkin tidak selalu tercatat dalam sejarah secara panjang. Namun setiap hari mereka menanamkan sesuatu yang kelak tumbuh dalam diri anak-anak.


Satu nasihat guru mungkin diingat puluhan tahun oleh murid murid. Satu keteladanan guru mungkin menjadi pedoman hidup seorang murid. Itu semua menjadi makna yang sangat berarti dalam kehidupan.


Satu sapaan yang penuh kasih mungkin membuat seorang anak merasa bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan menyenangkan.

Karena itu, guru bukan hanya pengajar mata pelajaran.


Guru adalah penjaga nilai.

Guru adalah pembimbing karakter.

Guru adalah bagian dari perjalanan spiritual seorang anak.

Dan guru adalah salah satu wajah utama dari semangat berkhidmat untuk umat.


Menjaga Tradisi, Menjawab Zaman

Perjalanan panjang MI Sirojut Tholibin tentu tidak boleh berhenti pada nostalgia sejarah.

Sejarah harus menjadi energi untuk melangkah ke depan.


Tantangan pendidikan semakin kompleks. Anak-anak tumbuh dalam lingkungan digital. Informasi datang begitu cepat. Pola komunikasi berubah. Dunia pekerjaan berubah. Tantangan sosial semakin beragam.


Madrasah harus mampu menjawab perubahan tersebut tanpa kehilangan jati dirinya. InginLiterasi harus diperkuat.

Teknologi harus dimanfaatkan.

Pendidikan karakter harus diperdalam.

Budaya religius harus dirawat.


Pendidikan ramah anak harus dikembangkan.

Dan hubungan antara madrasah, keluarga, serta masyarakat harus semakin diperkuat.

Dengan demikian, modernisasi pendidikan tidak membuat madrasah kehilangan akar tradisinya. Sebaliknya, kemajuan harus menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi fondasi pendidikan Islam.


Menulis Babak Baru


Kini MI Sirojut Tholibin telah melewati lebih dari dua dekade perjalanan.

Dari tahun 2005 menuju 2026, ada begitu banyak cerita, perjuangan, kebersamaan, suka dan duka yang menjadi bagian dari perjalanan madrasah.

Ada guru yang datang dan mengabdikan diri.

Ada murid yang belajar dan kemudian melanjutkan perjalanan hidupnya.

Ada orang tua yang mempercayakan pendidikan anaknya.


Ada masyarakat yang ikut menopang keberadaan madrasah.

Semuanya menjadi bagian dari mozaik sejarah MI Sirojut Tholibin.


Maka, tugas generasi hari ini bukan hanya menjaga apa yang telah diwariskan. Lebih dari itu, kita memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan, memperbaiki, dan menyiapkan madrasah bagi generasi yang akan datang.


Sebab madrasah bukan hanya tentang hari ini.

Madrasah adalah investasi peradaban.

Berkhidmat untuk Umat


Pada akhirnya, perjalanan MI Sirojut Tholibin dapat dirangkum dalam satu kata yang sederhana tetapi memiliki makna yang dalam: khidmat.


Khidmat kepada ilmu.

Khidmat kepada agama.

Khidmat kepada anak-anak.

Khidmat kepada keluarga.

Khidmat kepada masyarakat.

Dan khidmat kepada umat.


Jika pendidikan adalah jalan menuju masa depan, maka madrasah adalah salah satu tempat untuk menyiapkan perjalanan itu.


MI Sirojut Tholibin telah memulai perjalanan tersebut sejak 2005. Kini saatnya melanjutkan perjalanan dengan semangat baru, kolaborasi yang lebih kuat, dan visi yang lebih jauh.


Dari Rengaspendawa untuk masa depan.

Dari madrasah untuk generasi. Dari ilmu menuju pengabdian.


Dan dari pengabdian itulah kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.


MI Sirojut Tholibin: berkhidmat untuk umat, menyalakan cahaya ilmu, merawat akhlak, dan menyiapkan generasi masa depan.

Tags: Sejarah MIST Khidmat Umat

Komentar (0)

Tulis Komentar
Komentar akan dimoderasi sebelum tayang.